Privacy

June 20, 2009

Another mistake learnt, and now , it is about privacy..

It looks like I am not that patient, unlike what people said about me. Yesterday after work, it came across my mind to walk the road to find out where exactly  is the home of someone I love. As I went closer to find it, she found out that I was in the process of looking for her house. And it made her really really mad, the worst one ever….

My first thought was, why did she have to be so mad. As fast as I can, I searched for reasons to justify my action. But as my list of reasons lessens, there was a voice in my heart that whispered: “you often said that people are made different from each other”. It made me think what really matter is how does your action affect that person . We cannot just shove our way in. If the road is not as wide as you want them to be, then you have to accept it, yet if you are willing to walk down that road, you can not force your way in. That will only result in something worst…

I know there are mistakes I will make in the future, I know asking for forgiveness is only the first step to fix what i did wrong. I hope I get the chance to work it out..

…after a few days…I was forgiven..


50.000 worth…

June 9, 2009

Yup, itu harga yang harus aku bayar untuk mengetahui bahwa deep inside aku masih cukup lugu, he he..

Hari itu aku berjalan dari semanggi ke arah gedung BRI II. Di tengah jalan ada seorang bapak bapak yang mendekati aku, dia dengan tampang memelas cerita ke aku kalau anaknya lagi sakit diare di kampung dan dia nggak punya uang untuk menjenguk anaknya. Dia minta tolong aku untuk memberi dia uang buat dia pulang.
And…

Tanpa babibu, aku tanya dia butuh uang transport berapa, dia bilang 30ribu. Spontan aku ambil dompetku, aku ambil 50ribuan dan aku serahkan ke dia. Yup just like that. Kemudian aku lanjutkan perjalananku naik jembatan penyeberangan untuk menuju ke seberang jalan. Di tengah jembatan efek dari aku setahun ada di Jakarta muncul (gak mudah percaya :) aku berhenti di tengah jembatan penyeberangan dan memperhatikan dia. Aku lihat dia nggak langsung naik bus yang banyak ngetem disana, aku perhatikan dia malah lanjut berjalan, dan yang bikin aku agak jengkel (jengkel yang udah aku duga sebelumnya) dia ternyata cari mangsa lagi… Damn… :(

Aslinya aku juga udah curiga dari awal, tapi entah kenapa aku nggak mau setuju pada rasa curiga itu dan tetep aja pengen percaya bahwa masih ada orang yang memang bener butuh bantuan dan gak melakukan hal itu untuk menipu orang lain. Ya sudahlah, semuanya sudah terjadi, aku cuma berharap hal ini gak bikin aku tambah jadi orang tak berperasaan, he he..