Manja

May 26, 2009

Yup, itu kata kata yang keluar langsung dari mulut dia ketika mendengar omongan mamaku. Mamaku bicara di telp kalau aku suka kirim ke rumah celana yang sudah robek, baju yang perlu dijahit lagi, tas yang resletingnya rusak, and others like that. Kemudian dia ngomong "kamu kok manja banget sih, masak gitu aja pake minta tolong mama, kan banyak tukang jahit disini, kalau rusak juga kamu pasti mampu beli baru lagi"

On other occasion…

"Roy, aku abis marahan ama mamaku neh" begitu kata temenku. Aku langsung menimpali "kenapa emang?". Temenku pun langsung cerita, bahwa dia ngeliat di rumahnya kadang pakaian menumpuk, dan ketika dia ngeliat mamanya ngerjain / mencuci pakaian itu dia ngerasa ngapain mamanya ngelakuin itu, akhirnya dia bayar seorang pembantu khusus buat nyuciin pakaian itu, terutama pakaian dia. Dan dia rasa itu worth it, secara dia juga sering kecapekan kerja dan nggak sempet lagi mencuci pakaian dan itu juga bakal ngeringanin beban mamanya, juga cuma 200ribu lagi, not significant untuk gaji dia yang udah 3 kali gaji aku .. :( he he he…. And then, suatu hari walaupun sudah ada pembantu itu, mamanya tiba tiba masih aja nyuci baju baju itu, terutama baju dia. Added to that, mamanya lupa misahin baju yang gampang luntur dengan baju putih kesayangan dia yang berakibat baju putihnya jadi merah muda :P kemudian dia yang tiba tiba datang ngeliat itu marah / emosi lah dia.. "mama ngapain sih, kan udah ada pembantu, gini neh akhirnya bajuku juga luntur semua" kira kira gitu dia bilang.. mohon maaf kalau nggak persis sama karena nggak ada di TKP .. he he..

Ok, so apa yang bisa dipetik dari dua cerita di atas? Selain aku orangnya pemales dan temanku satu itu sepertinya perlu dijitak.. :D

Apapun itu, yang satu ini muncul dari perspektif aku, bukannya aku pengen membela diri atas kemalesanku seh.. ya.. kalau jadi seperti itu mungkin efek samping doank lah. :) menurutku seperti ini, kedua temenku mungkin nggak menangkap sesuatu di balik semua itu. Aku bilang untuk case diatas itu perlu dan lanjutin aja, dan untuk case dibawah temenku perlu melepas sedikit sikap overprotektif ke orang tuanya.

Orang tua ketika berhadapan dengan anak yang terlalu mandiri, atau yang sudah terlalu mapan kadang kebingungan. Apalagi ketika kemandirian itu ada dan didapat di usia muda. Seperti temenku yang case kedua, dia udah punya gaji di atas rata rata, kebutuhan rumah semua dia provide, listrik, air, telepon. Mobil dia yang beliin buat ortunya, rumah juga dia yang biayai renovasi. Sampai terakhir itu urusan cuci mencuci dia pengen pokoknya ortunya tinggal duduk diam dan menikmati hidup. Itu dari sudut pandang dia. But… Gak semua yang kita pikir baik buat kita juga baik buat orang lain, dalam kasus ini orang tua. Terutama orang tua malah…

Menurutku ketika kita sudah bisa hidup mandiri lepas dari orang tua pun, kita masih harus menunjukkan sengaja atau nggak sengaja bahwa peran mereka dalam hidup kita masih sebagai orang tua. Walaupun itu cuma hal hal yang kecil, yang mungkin buat orang lain itu aneh. Seperti apa yang aku lakuin. Aku sadar aku orangnya super cuek, tapi aku ngerti juga kalau orang tua ku pengen tetep mempunyai arti / melakukan sesuatu buat aku. So aku buat aja apa yang bisa aku lakukan / minta ke mereka supaya mereka ngerasa masih bener dibutuhkan dalam hidupku. Mungkin itu hal remeh buat orang lain, tapi tidak buat mereka…

Then again, it’s only my opinion… ^_^


To whom it may concern (padahal yo gak ngerti artine opo .. :P)

May 13, 2009

To whom it may concern (padahal yo gak ngerti artine opo .. :P )

Seringkali ketika aku ngobrol dengan orang lain mengenai orang yang lain lagi (bahasa halus dari ngegosip) akan lebih mudah ketika yang kita bicarakan adalah hal hal negatif.. Aku nggak tahu gimana otak kita bekerja, yang jelas it just feel easier. He he…
Dan ketika kita sedang merenung sendiri, mencoba mencari apa yang negatif di dalam diri kita, selalu butuh waktu yang lama dan sepertinya susah sekali, seakan akan daftar hitam kelakuan kita terkubur dalam dalam di perut bumi .. :P Dengan pertimbangan itu, aku pengen buat list apa yang aku pikir adalah hal negatif dalam diriku, yang menurutku bukan hal yang seharusnya kita tutup tutupi, tapi harus kita mengerti sehingga kita bisa berupaya memperbaikinya..
Ok, let start..
Males – Ini sifat dasar manusia bukan ya…? (berusaha ngeles, he he..)
Boros – Ini juga bukan sifat dasar manusia ya… (kelakuan) salah satu yang bikin tabunganku masih bertengger di satu digit terus.. :P
….. – gak tahu ini namanya apa, yang jelas aku ngerasa ini negatif dan juga positif, definisinya aku sering halfway through learning something, jadi ketika ada hal baru aku excited untuk belajar, namun ketika aku udah ngerti gambaran dasar dari hal itu trus jadi wegah ngelanjutin deh…
….. – gak tahu lagi namanya apa (ntar kasih tahu ya yan ngerti istilahnya), untuk point ini bisa dijabarkan dengan aku kadang cuek banget orangnya, walaupun itu dengan orang yang aku sayangi, tapi kadang bisa perhatian banget… trus jadi cuek lagi… trus jadi perhatian lagi… trus cuek lagi, tapi beneran masih tetep sayang….
….. – aku gak seberapa merhatiin yang namanya mode. Yang sering terjadi ketika aku membutuhkan baju, aku dateng ke toko/mall/apapun itu.. aku pegang salah satu, rasain bahannya enak gak di kulit, ukuran pas, udah dibeli deh…
Pendiam dan Pemalu – still working on it…
….. – nah kan susah banget mikirnya neh… ntar deh aku tambahin kalau ada yang muncul di kepala

Itu mengenai sifat, sekarang mengenai fisik, hal hal yang menurut orang kebanyakan bisa jadi kekurangan adalah… (notes. Aku pribadi gak ngurus mengenai hal kaya gini, yang penting berusaha selalu menjaga badan tetep sehat)
Gendut (101.5Kg), tangan kiri pernah patah atau dislocated ya, Mata sipit sebelah, Rambut beruban (tapi ada yang bilang keren loh, he he..), ketombean, stamina low, pendengaran agak bermasalah, long term memory agak susah (hm.. barusan aku pengen ngapain ya), gampang kesemutan, kulit kasar dan sensitif, fatty liver (dapet istilah abis check up :) kok jadi kaya konsultasi dokter ya, he he… Anyway beberapa dari itu masih dalam process perbaikan, semoga bisa jadi lebih baik…


Understanding her heart…

May 9, 2009

Understanding her heart…

Aku melakukan sesuatu yang bodoh lagi hari ini, ya walaupun di satu sisi ada faktor technical problem, tapi memang tetep aku yang ngelakuin.. Ketika sedang chat, menemani dia yang begitu berarti di hatiku, tiba tiba aja aku ada ide untuk bercanda dengan dia, tapi… canda yang aku buat malah membuat hati dia sakit dan marah ke aku..

Aku nggak bisa menjelaskan secara detail seperti apa dan siapa disini, yang jelas dari situ aku makin tahu bahwa untuk mengerti hati seorang wanita perjuangannya berat, dan bukan sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Dan aku berpikir, kalau memang aku bener bener mencintainya, itu jadi sesuatu yang mandatory untuk aku tempuh, minimal untuk bener bener tahu apakah aku memang diciptakan untuk dia..


My first girlfriend (harusnya bukan ini topik hari ini, tapi gpp lah :)

May 9, 2009

My first girlfriend (harusnya bukan ini topik hari ini, tapi gpp lah :)

Aku nggak tahu harus merasa apa, karena aku pertama kali berpacaran ketika aku masih ada di bangku SMP.. atau SMA ya… hue he he, mulai deh otakku bertingkah, anyway yang aku maksud adalah tiap tiap orang punya pengalaman yang berbeda, ada yang dari sd udah pacaran, ada yang baru SMP/SMA, bahkan ada yang dari lahir sampai detik ini belum pernah sekalipun (believe it or not, aku sudah ketemu beberapa soalnya).

Back to main topic, pacaran pertamaku adalah dengan adik kelas, lebih tepatnya saudara sepupu dari teman (adik kelasku). Ceritanya sebenarnya singkat, diawali dengan aku dikenalkan dengan dia dan berteman, kemudian suatu hari temanku itu meminta bantuanku untuk menjadi pacarnya, yup meminta aku jadi pacarnya, gak salah kok yang anda baca. Entah apa yang ada di pikiranku saat itu, yang jelas aku akhirnya jadilah berstatus pacaran dengannya. Cuma bertahan beberapa minggu, diakhiri dengan dia memutuskan aku, itupun alasannya nggak jelas. Karma kali ya, karena aku jadian karena dimintain tolong dan kasihan.

Sesuatu yang bisa aku petik dari pengalaman itu adalah.. aku salah, itu sudah jelas. Tapi dasar aku, masih bisa mencari sesuatu yang bisa dianggap hal positif lah, he he… Diantaranya, aku bisa melindungi dia untuk beberapa minggu aku bersama dia (jangan ditanya detailnya ya), kemudian aku harus lebih melibatkan perasaan ketika membuat keputusan yang ada hubungannya dengan perasaan juga (ini juga masih proses belajar terus), and the last but not least, nggak selamanya sesuatu yang kita anggap perbuatan baik itu mempunyai efek yang baik juga buat orang lain.

Itu dulu ya ceritaku buat hari ini.. dan buat dia yang pernah mengisi perjalanan hidupku, maaf kalau apa yang aku perbuat itu menyakiti hati kamu, semoga kamu bahagia dimanapun kamu berada sekarang.